Wednesday, September 3, 2014

Syeikh Ammar Bugis: Penakluk Kemustahilan

Syeikh Ammar yang kelahiran Amerika Serikat sejak lahir sudah dalam keadaan cacat. Tidak ada anggota tubuh yang bisa digerakkan kecuali mulut dan mata. Dokter Amerika sendiri ketika kelahiran beliau bahkan menyampaikan bahwa paling sang bayi (beliau) bisa hidup hingga usia 8 tahun saja. Namun atas Qudratullah jua lah, hingga tua seperti sekarang beliau masih hidup bahkan lebih unggul hidupnya dari kita yang tidak cacat secara fisik.



Cacat tidak menghalangi beliau untuk menuntut ilmu dan bersekolah hingga kuliah dan mencapai predikat Professor. Sejak usia 11 tahun sudah mulai menghafal Quran dan ketika menginjak 13 tahun sudah hafal Quran 30 Juz. Selain itu, ketika Universitas mampu meraih nilai tertinggi (cumlaude) pada jurusan penyiaran dan komunikasi. Beliau juga sebagai dosen di universitas yang ada di AS dan Dubai. Yang menarik juga adalah bahwa beliau telah mempunyai anak yang sekarang sudah 14 tahun usianya. Subhanallah! Sungguh mulia wanita yang mau dan ridha bersuamikan beliau.

Sungguh keadaan Syaikh Ammar yang cacat dapat menjadi pelajaran bagi kita yang sempurna secara fisik. Beliau yang cacat saja mampu berprestasi, lalu bagaimana dengan kita? Sehingga menurut beliau bahwa cacat yang sesungguhnya adalah orang yang cacat berpikir, cacat kemauan, cacat perjuangan dan sejenisnya. Dan beliau pun menyampaikan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala akan menanya kalian (jamaah yang hadir), yang cacat saja mampu menghafal, sedang kalian yang bisa bergerak?

Bagi bangsa Indonesia, ihwal Syaikh Ammar ini pun dapat menjadi pelajaran berharga. Biasanya di negeri kita orang cacat sering ditemui sebagai pengemis. Ini bisa ditemui di kota besar semisal Jakarta atau Banjarmasin sekalipun. Orang buta di negeri kita sering diarahkan kepada pengamen atau menjadi penyanyi, bisa jadi artis hanya beberapa. Jarang sekali yang diarahkan pada prestasi, terlebih pada keunggulan agama, semisal menjadi ulama ataupun menjadi hafizh Al-Quran.

Diantara pesan yang disampaikan Syaikh Ammar untuk jamaah adalah agar menunaikan rukun Islam yang lima: Bersaksi tiada tuhan selain Allah subhanahu wa ta'ala dan Muhammad rasul-Nya, Sholat 5 waktu, puasa dan zakat serta naik haji ke baitullah bagi yang mampu.

Banyak musuh Allah subhanahu wa ta'ala yang menghina Rasulullah (baru-baru ini), maka pesan beliau bela lah Rasulullah dengan cara melaksanakan Sunnah Rasulullah dalam kehidupan rumah tangga, masyarakat, sekolah, kantor, pabrik dan sebagainya. Bukan dengan jalan teriak-teriak (demonstrasi) dan kekerasan. Juga gunakan lah pula teknologi dalam membela Rasulullah, melalui internet, twiter, facebook dan sejenisnya. Ceritakan keagungan pribadi Rasulullah melalui kisah-kisah dan sebagainya.

Pada kaum wanita, beliau berpesan agar senantiasa menggunakan hijab yang sesuai syariat. Karena wanita ibarat mutiara yang nilainya tinggi. Jika ia mudah dilihat dan dipegang semua orang di jalan-jalan, niscaya murahlah nilainya. Pada jamaah laki-laki beliau berpesan agar berbuat baik pada para istri, jangan pernah mencaci, memukul atau menghinakan istri. Satu yang juga beliau tekankan adalah jangan sampai jamaah pergi ke tukang sihir atau dukun. Juga agar senantiasa beryukur atas nikmat Allah subhanahu wa ta'ala yang agung (kesehatan).


Syaikh Ammar Bugis Sampaikan Ceramah di LIPIA

Bagi seorang muslim, dunia adalah tempat ujian dan ladang pahala. Cobaan  yang diberikan oleh Allah  kepada para hamba-Nya bermacam-macam bentuknya, salah satunya dengan ketidak sempurnaan fisik.
Sebagai seorang Muslim, cobaan tersebut hendaknya disikapi dengan hati yang sabar dan ikhlas. Sebab di balik kekurangan, Allah pasti memberikan kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.

Adalah Syaikh Ammar Bugis, pria lumpuh berdarah Makassar yang lahir di Amerika Serikat, 22 Oktober 1986. Nama Bugis diambil dari nama kakek buyutnya yang berasal dari Sulawesi, Syeikh Abdul Muthalib Bugis. Beliau hijrah dari Sulawesi ke Mekkah dan mengajar Tafsir di Masjidil Haram.

Syaikh Ammar lumpuh total sejak  usia 2 bulan, hanya mata dan mulutnya yang masih berfungsi, walau nada bicaranya agak tidak jelas. Itu semua tak mengurangi semangatnya untuk hidup dan berarti.

Luar biasa, ditengah keadaan yang serba mustahil, Ammar sudah hafal 30 juz Qur'an sejak usia 11 tahun dalam waktu 2 tahun saja. Tentunya ini adalah kelebihan yang sangat jarang dimiliki oleh anak-anak zaman sekarang.

Mengawalai nasihatnya dihadapan para dosen dan mahasiswa LIPIA Jakarta, Syaikh Ammar mengomentari sebuah pepatah yang mengatakan bahwa akal yang selamat hanyalah terdapat pada badan yang sehat, menuurutnya hal ini kurang tepat.

“Selama ini kita mendengar pepatah bahwa akal yang selamat itu terdapat pada badan yang sehat, padahal semestinya adalah akal yang selamat hanyalah terdapat pada hati yang sehat,”kata Ammar mengawali nasihatnya.

Hal ini, kata Ammar, terdapat didalam hadits “Jika sepotong daging itu baik, maka baiklah seluruhnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.

Saat beliau menceritakan kesabaran dan ketelatenan ibunya dalam mengurus dan menjaganya sehingga ia saat ini menjadi seorang hafidz Al Quran, para mahasiswa yang hadir menangis tersedu-sedu, bahkan ada beberapa dosen yang bertakbir keras sambil menangis menjerit.

Beliaupun menyayangkan banyak kaum muslimin yang memiliki fisik sempurna tapi hatinya tidak sesempurna fisiknya.“Banyak diantara kita yang memiliki fisik sempurna, tapi hatinya tidak sesuai dengan fisiknya, “katanya.

Beliaupun menyarankan kepada para Mahasiswa agar giat menghafal Al Quran dan jangan mudah putus asa. “Hafalkan Al Quran, lakukan dengan ayat-ayat yang pendek terlebih dahulu, sayapun dulu melakukannya demikian, sampai waktu itu saya bisa menghafal satu juz dalam sehari,” ujarnya.

Setelah kurang lebih satu jam, ceramah di tutup, tiba-tiba seorang dosen dan  pakar Ushul Fiqih asal mesir, DR. Azazi menemuinya dan mencium keningnya.

Ahmad Aris, seorang mahasiswa Fakultas Syari’ah yang mendengarkan ceramah beliau, menangis terharu dan merasa termotivasi oleh nasihat Syaikh Ammar.

“Alhamdulillah, ini motivasi yang sangat luar biasa, saya merasa malu terhadap beliau, kondisi saya yang sempurna fisik ini masih belum bisa apa-apa,” kata Aris saat dihubungi gema islam, Rabu malam (26/12).


sumber : berbagai sumber

Syeikh Ammar Bugis telah menjadi salah satu yang menaklukan kemustahilan orang dalam meraih prestasi dalam hidup dan kedekatan keada Alloh SWT. Cerita tentang beliau bisa dibaca dalam buku "Penakluk Kemustahilan" dan jika imgim mengetahui melalui film pendek tentangnya bisa di lihat di youtube dengan mengetik "Ammar Film" atau klik http://www.youtube.com/watch?v=4doR4lNRzxE

Liputan kisahnya di SCTV:http://www.youtube.com/watch?v=WU8GwO3zMgU

Sumberhttps://m.facebook.com/notes/al-jeffry-an-nias/syaikh-ammar-bugis-si-penakluk-kemustahilan/10151186386952315

Sunday, August 31, 2014

random post

ada luka duka yang kadang-kadang tidak terucap dengan kata-kata,
hanya kepada Nya tempat berbicara..

#la tahzan innallaha ma'ana

Thursday, August 21, 2014

Keberkatan dalam rezeki



Teringat di dalam kelas tafsir Al-Quran di PNB bersama seorang ustazah khas dijemput untu mengajar setiap hari khamis tengah hari daripada PERKIM dahulu, ustazah tersebut ada menyentuh mengenai gaji kita sentiasa dirasakan tidak cukup walaupun gaji itu semakin banyak. Hal itu berlaku kerana kurangnya keberkatan di dalam rezeki tersebut, maka dirasakan yang ianya tidak pernah cukup.

Satu soalan yang amat menarik telah diajukan oleh beliau,
"Siapa yang bila dapat sahaja gaji sejak gaji pertamanya akan menunjukkan slip gajinya pada ibunya?"

Senyap....

"Inilah kita, sebagai seorag anak apa salahnya jika kita menunjukkan slip gaji kita pada mak kita dan katakan 'mak, inilah rezeki yang saya dapat untuk bulan ini.alhamdulillah.mak nak berapa duit daripada gaji saya ni?'
"ada tak yang berani menanyakan soalan sebegitu?"

senyap..

Berkiranya kita dengan mak sendiri kan? sedangkan ibu bapa kita telahpun berhabis duit selama membesarkan kita. Tak tahu sudah berapa juta yang dihabiskan. Tapi kita?

Gaji kita tidak pernah ditunjukkan kepada mereka, bahkan disorokkan lagi. Yang tahu hanya mengatakan "maaf mak,duit gaji bulan ni dah habis.Tak dapat nak bagi kat mak/tak dapat nak bagi banyak pada mak"

Tapi, JUJUR kah kita sebenarnya??

Mungkin disebabkan itu kita memang tidak pernah mempunyai gaji yang cukup selama ini. Gara-gara kerana kita berkira dengan orang yang paling banyak memberi kepada kita. Tidakkah kita tahu yang keberkatan hidup seorang anak itu adalah datangnya dari redha dan doa ibu bapanya?

Seorang ibu itu tidak akan mahu pun hendak meminta duit kamu sebenarnya jika kamu bertanya begitu. Tetapi soalan dan keprihatinan kamu itu yang sangat diperlukan dan cukup membahagiakan hatinya. Di situlah datangnya keberkatan ke atas rezeki kamu itu.

Ayuh semak diri kita semula...

Teringat saya pada seorang sahabat saya. Di mana dia sejak diploma sentiasa membahagikan 1/3 daripada duit biasiswanya kepada ibunya. Setiap kali duit biasiswanya masuk, dia akan segera memberitahu pada ibunya dan bertanya "mak nak guna berapa duit?" supaya senang untuk dibahagikan sebelum dia ingin guna. Buku banknya sentiasa ditunjukkan kepada ibunya tanpa diminta. Jika maknya hendak guna banyak maka akan diberikan berapa yang diminta oleh maknya dan duit belanjanya sendiri akan dikurangkan. 1500 yang diterima 500-maknya,500-yuran sem hadapan, 500-kegunaan sendiri.Walaupun ada temannya yang mendapat JPA sebanyak 3000 tetapi sentiasa tidak cukup dengan duit tersebut tetapi dia tetap mempunyai wang belanja yang cukup sehingga hujung sem.

Ketika peringkat ijazah juga dia mengamalkan cara yang sama. Setiap kali biasiswanya masuk dia akan tanya mak nya terlebih dahulu berapa yang ingin digunakan barulah lebihnya digunakan untuk dirinya. Begitu juga jika ada bantuan yang dimintanya seperti bantuan pelajar daripada negerinya. Semasa hendak mengisi borang itu dia telahpun memberitahu pada maknya dan memberitahu berapa jumlah yang akan diperolehinya nanti. Tidak pernah dia menyembunyikan setiap wang yang didapatinya daripada mak nya. Alhamdulillah, mungkin itulah keberkatan rezeki yang dia perolehi daripada sikapnya itu yang bukan sahaja cukup untuk dirinya tetapi juga cukup untuk mak nya,mampu juga membantu sedikit ketika kenduri perkahwinan abangnya bahkan juga mampu memberi bantuan kewangan kepada rakan-rakannya yang memerlukan.

Bila ditanya mengenai simpanan wangnya, dia hanya tersenyum dan menyatakan dia memang tidak pernah sempat untuk menyimpan kerana duitnya banyak dikeluarkan untuk memberi. Memberi kepada keluarga dan kawan-kawan. Mungkin itu juga petua bagaimana dia sentiasa merasa cukup dengan setiap apa yang dia miliki. Wallahualam.




Wednesday, July 23, 2014

Calling for charity!-teach for the needs theater







Teach For The Needs akan mempersembahkan FESTIVAL TEATER ANAK TFTN pada 23 Ogos nanti di PJ Live Arts.

Sebuah festival teater yang memaparkan 3 jalan cerita yang berlainan dan dipersembahkan oleh anak-anak di bawah naungan TFTN.

Sebanyak 3 buah rumah anak yatim akan bertanding dengan mempertaruhkan 3 buah cerita pendek yang berkonsepkan patriotisme, aksi dan pengembaraan, serta komedi & fantasi.

Persembahan adalah daripada:

1. PERISTIWA 45 oleh Rumah Anak Yatim Al-Khairiyah Klang, Selangor
Rumah Anak Yatim Al-Khairiah akan mempersembahkan Peristiwa 45, sebuah adaptasi kisah orang Melayu di zaman penjajahan Jepun.
Dibintangi sepenuhnya oleh anak-anak yatim, persembahan ini diarahkan oleh pengarah berpengalaman, saudara Ahmad Fidza dibantu oleh Project Manager TFTN di sana, sdr Ahmad Zahiruddin

2. TRATA oleh Rumah Kasih Harmoni, Keramat
Rumah Kasih Harmoni Keramat akan mempersembahkan Trata, sebuah kisah Cinta, kisah perjalanan mencari manisnya hidup.
Dibintangi sepenuhnya oleh anak-anak yatim, pementasan ini diarahkan oleh saudara Asyraf Syahir dari Creept Production.

3. RENDANG NENEK oleh Baitul Muhabbah Tanjung Malim, Perak.
Rumah Anak Yatim Baitul Mahabbah, Tg Malim akan mempersembahkan Rendang Nenek, kisah mengenai Sudin.
Dibintangi sepenuhnya oleh anak-anak yatim, pementasan ini diarahkan oleh saudara Asyraf Syahir dari Muhammad Ilya Fikri dari Fakulti Seni Persembahan, UPSI.

Festival teater ini akan dirasmikan oleh Dato’ Saifuddin Abdullah pada jam 8.00 malam.

Tiket bermula dari RM 100, RM 200 serta RM 300. Hasil jualan tiket akan dimasukkan ke dalam Tabung Pendidikan TFTN untuk menampung perbelanjaan projek pendidikan di 18 rumah anak yatim di bawah seliaan TFTN seluruh negara untuk sesi 2015-2016.

Tajaan korporat juga diterima. Sila hubungi Rahan [nraihan.jasmani@gmail.com] atau Zamir [zfzamir@gmail.com] untuk maklumat lanjut.

*Maklumat lanjut layari - http://www.pjlivearts.my/?tribe_events=festival-teater-anak-tftn

Jumpa 23 Ogos nanti!


--
Teach for the Needs
W: http://teachfortheneeds.org/
FB: https://www.facebook.com/teachfortheneeds
T: TFTNOfficial
E: teachfortheneeds@gmail.com