Friday, July 26, 2013

Said bin al-Musayyib

Tokoh kita kali ini adalah salah seorang yang berpengetahuan luas dan biografinya pantas kami ketengahkan. Memang dia tidak begitu terkenal di kalangan khalayak umum, akan tetapi karena kepakaran ilmunya dia terkenal di kalangan intelektual dan para cendekia.
Nama Lengkapnya
Nama beliau adalah Said bin Al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahab bin Amru bin A’id bin Imran bin Makhzum Al-Qurasy Al-Mahzumi Al-Madani, panggilannya adalah abu muhammad al-madani beliau adalah salah satu pembesar para tabi’in.
Lahir dan wafatnya
Said bin Al-Musayyib dilahirkan dua tahun setelah berjalannya khilafah umar bin khattab. Sedangkan wafatnya, dari Abdul Hakim bin Abdullah bin Abi Farwah, dia berkata, “Said bin Al-Musayyib meninggal dunia di madinah pada tahun 94 Hijriah pada masa pemerintahan khalifah Al-Walid bin Abdul Malik. Pada saat meninggal dunia, dia berumur 75 tahun. Tahun dimasa said meninggal dunia disebut sebagai sanah al-fuqaha’(tahun bagi ulama’ fikih) kerena pada saat itu banyak ahli fikih yang meninggal dunia.”
Ilmu Pengetahuannya
Said bin Musayyib adalah tokoh yang terkemuka di madinah pada masanya dan yang sangat dihormati dalam bidang fatwa. Ada yang mengatakan bahwa dia adalah imam para ulama’ fiqih.
Abu Tholib berkata, “Aku penah bertanya kepada imam ahmad bin hanbal, “Siapakah said bin Al-Musayyib? “Dia menjawab, “Siapa yang menandingi said bin Al-Musayyib? Dia adalah orang yang dapat dipercaya dan termasuk orang yang sholeh.
Aku bertanya lagi, “Apakah riwayat Said dari Umar bin Khattab dapat dijadikan hujjah? “Dia menjawab, “Dia adalah hujjah bagi kita, dia pernah melihat Umar bin Al-Khattab dan banyak mendengar hadits darinya. Kalaulah riwayat Said dari Umar tidak diterima, siapa lagi yang dapat diterima?”
Dari malik dia berkata, “sesungguhnya Al-Qosim bin Muhammad pernah ditanya seseorang tentang suatu permasalahan, lalu dia berkata, “Apakah anda telah bertanya pada orang selainku? “Orang itu menjawab, “Ya, sudah, aku bertanya kepada Urwah dan Said bin Al-Musayyib, “Lalu dia berkata, “Ikutilah pendapat Said bin Al-Musayyib karena dialah guru dan pembesar kami.”
Dari Abu Ali bin Al-Husain, dia berkata, “Said bin Al-Musayyib adalah orang yang paling luas wawasan keilmuannya tentang hadits-hadits dan perkataan para sahabat disamping itu dia juga orang yang paling mumpuni pendapatnya.”
Ibadahnya
Dari Utsman bin Hukaim,dia berkata, “Aku pernah mendengar Said bin Musayyib berkata, “Selama 30 tahun, setiap kali para muadzin mengumandangkan adzan, pasti aku sudah berada di dalam masjid.
Dari Abdul Mu’in bin Idris dari ayahnya, ia berkata,”Selama 50 tahun Said bin Musayyib melaksanakan sholat subuh dengan wudhu’ sholat isya’. Said bin Al-Musayyib berkata, “Aku tidak pernah ketinggalan takbir pertama dalam sholat selama lima tahun (sholat diawal waktu). Aku juga tidak pernah melihat punggung para jama’ah, karena aku selalu berada di barisan terdepan selama lima tahun itu.
Ia menunaikan haji sekitar 40 tahun ia tidak pernah terlambat dari takbir pertama di masjid Rasul. Tak pernah diketahui darinya bahwa ia melihat tengkuk seseorang dalam sholat sejak itu selamanya, karena ia selalu berada di shof pertama. Ia dalam kelapangan rizki, sehingga bisa menikah dengan wanita quraisy manapun yang ia kehendaki. Namun, ia lebih memilih putri Abu Hurairah, karena kedudukannya di sisi Rasulullah, keluasan riwayatnya dan keinginannya begitu besar dalam mengambil hadits.
Sanjungan ulama’ mengenai beliau
Said bin Al-Musayyib adalah ulama’ yang sudah terkenal dengan kefaqihannya, maka banyak komentar-komentar para ulama’ menganai beliau diantaranya:
Adalah Sa’id bin Musayyib  termasuk salah satu Al-Fuqahaa’u Sab’ah di Madinah (sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Qoyyim), mereka itu adalah:
  1. Sa’id bin Al-Musayyab,
  2. ‘Urwah bin Az-Zubair,
  3. Al-Qasim bin Muhammad,
  4. Kharijah bin Zaid,
  5. Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al-Harits bin Hasyim,
  6. Sulaiman bin Yasaar,
  7. ‘Ubaidllah bin Abdullash bin ‘Utbah bin Mas’ud[1]
Qotadah berkata: Saya tidak menemukan seseorang yang lebih pandai dalam masalah halal dan haram dari sa’id bin musayyib.
Sulaiman bin Musa berkata: Said bin musayyib adalah salah satu tabi’in yang terfaqih.
Ali bin Al-Madani berkata: “Aku tidak menemukan para tabi’in yang lebih luas wawasannya dari Said bin Al-Musayyib. Menurutku, dia adalah tabi’in yang paling terhormat dan mulia.
Berkata Utsman Al-Harits: Saya mendengan Ahmad bin hanbal berkata: seutama-utama tabi;in adalah Said bin Al-Musayyib, kemudian salah seseorang berkata bagaimana dengan alqomah dan aswad? Kemudian dijawab: Said bin Al-Musayyib dan Alqomah dan Aswad.
Abu zur’ah berkata: “Dia termasuk orang pandai bergaul, bersal dari suku quraisy dan dapat dipercaya. Selain itu, said juga seorang imam.
Berkata Abi ibnu al-madini: saya tidak mengetahui diantara para tabi’in yang lebih luas ilmunya dari pada Said bin Al-Musayyib.
Ahmad bin abdullah al-’ajali berkata: “Said bin Al-Musayyib adalah seorang yang sholeh, ahli fiqh dan tidak mau mengambil begitu saja suatu pemberian (hadiah). Dia pernah mempunyai barang perniagaan senilai 400 dinar, dengan jumlah itu ia berdagang minyak. Dia adalah seorang yang buta sebelah matanya.[2]
Kewibawaan dan perjuangannya membela kebenaran
Dari Imran bin Abdullah, dia berkata, “Said mempunyai hak atas harta yang ada di baitul mal sebanyak tiga puluhan ribu. Dia diundang untuk mengambilnya, akan tetapi dia menolaknya. Dia berkata, “Aku tidak membutuhkannya, hingga Allah berkenan memberikan keputusan yang adil antara aku dan bani marwan.
Dari Ali bin Zaid berkata, “seseorang pernah berkata kepada said bin al-musayyib, “apa pendapat anda tentang Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi yang tidak pernah mengutus seseorang kepada anda dan tidak pula menyakiti anda? “Said menjawab , “Demi Allah, hanya saja dia pernah masuk masjid dengan ayahnya, kemudian melakukan sholat yang tidak sempurna ruku’ dan sujudnya. Lalu, aku segera mengambil segenggam kerikil dan aku lemparkan kepadanya dan Al-Hajjaj pun berkata, “Aku merasa telah melakukan sholat dengan baik.
Ibnu saat dalam kitab ath-thabaqot dari malik bin anas mengtakan, “pada saat Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai kholifah, dia tidak pernah memutuskan suatu perkara kecuali setelah meminta pendapat dan bermusyawarah dengan Said bin Al-Musayyib.
Pada suatu ketika, khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah mengutus pengawalnya untuk menanyakan suatu permasalahan. Kemudian, penglawal tersebut mengundangnya dan mengjaknya datang ke istana, setelah said datang, umar bin abdul aziz buru-buru berkata. “utusanku telah melakukan kesalahan, aku hanya ingin menanyakan kepadamu tentang suatu permasalahan di majelismu,”
Dari Salamah bin Miskin, dia berkata, “Imran bin Abdullah telah memberitahukan kepada kami, dia berkata, “Aku melihat Said bin Al-Musayyib adalah seorang yang lebih ringan untuk berjuang di jalan allah dari seekor lalat.”
Guru-gurunya
Ubai bin Ka’ab, Anas bin Malik, Barra’ bin ‘Azib, Bashrah bin Aktsam Al-Anshori, Bilal budaknya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jabir bin Abdillah, Jubair bin Muth’im, Hasan bin Tsabit, Hakim bin Hazam, Zaid bin Tsabit, Zaid bin Kholid Al-Juhni, Sarakah bin Malik Binji’syim, Saat bin Ubadah, Saat bin Abi Waqqas, Shofwan bin Umayah, Suhaib bin Sinan, Dhohhak bin Sufyan, Amir bin Abi Umayah, Amir bin Saad bin Abi Waqqos, Abdullah bin Zaid bin Ashim Al-Mazini, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar bin Khattab, Abdullah bin Amru bin ‘Ash, Abdurrahman bin Utsman At-Taimi, Utab bin Usaid, Utsman bin Abi Ash, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Umar bin Khattab, Musayyib bin Hazn(Bapaknya), Muawiyyah bin Abi Shofyan,Makmar bin Abdullah bin Nadhlah, Nafi’, Abu Bakar As-Shidiq, Abi Tsa’labah Al-Husni, Abu Darda’, Abu Dzar Al-Gifari, Abu Said Al-Hudri, Abu Qotadah Al-Anshori, Abi Musa Al-Asy’ari, Abi Hurairah,
Disamping itu juga beliau berguru kepada istri nabi. Seperti Aisyah, dan Ummu Salamah, dan lain-lain.
Murid-muridnya
Sedangkan murid-muridnya adalah Idris bin Shobih Al-Auda, Usamah bin Zaid Al-Laisi, Ismail bin Umayah, Basir bin Muharrar, Bakir bin Abdullah bin Asyja’, Al-Harits bin Abdurrahman bin Abi Dabab, Hasan bin ‘Athiah, Al-Hudrami bin Lahiq, Kholad bin Abdirrahman Ash-Shn’ani, Dawud bin ‘Asim bin Urwah bin Mas’ud Asy-Syaqofi, Dawud bin Abi Hind, Zaid bin Aslam, Zaid Al-Bashari, Abdulwahid bin Zaid, Salim bin Abdullah bin Umar, Saad bin Ibrahim, Said bin Khalid bin Abdullah bin Qorid Al-Qoridho, Said bin Yazid Al-Bashori, Syarik bin Abdullah bin Damar, Sholeh bin Abi Hasan Al-Madani, Shofwan bin Salim, Thoriq bin Abdurrahman, Thalak bin Habib, Abu Zanad Abdullah bin Dakwan, Abdullah bin Qosim At-Taimi, Abdullah bin Muhammad Bin Uqail, Abdullah bin Qoyyis At-Tajibi. Dan masih banyak lagi murid-muridnya yang lain yang tidak disebutkan disini.
Beberapa Hadits yang Diriwayatkan Sai’d bin Musayyib
Sa’id bin Musayyib meriwayatkan hadits-hadits secara mursal dari Rasulullah, diantaranya;
- Dari Sa’id bin Musayyib, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw besarbda:
(( ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ فَهُوَ مُنَافِقٌ وَإِنْ صَامَ وَإِنْ صَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ: مَنْ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَ إِذَا ائْتُمِنَ خَانَ ))
“Tiga perkara, jika tedapat dalam diri seseorang maka dia layak disebut sebagai seorang munafik (meskipun melaksanakan siyam dan shalat dan mengklauim dirinya Muslim); Jika berkata berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat.”[3]
- Dari Sa’id bin Musayyib bin Hazn, bahwa kakeknya (Hazn) mendatangi NabiShallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu Nabi bertanya kepadanya, “Siapa namamu?”, dia menjawab, “Hazn (sedih).” Nabi berkata, “Bagaimana jika namamu diubah dengan Sahl (mudah)?”. Hazn berkata, “Saya tidak mengganti nama yang telah diberikan oleh kedua orang tua saya, sehingga akupun dikenal di kalangan masyarakat dengan sebutan nama tersebut.” Sa’id bin Musayyib berkata, “Karenanya sampai masa kami, keluarga kami dikenal oleh Ahlul Bait dengan sebutan al-Hazunah (keturunan Hazn).”[4]

[1] ( Tarikh at-Tasyri’ al-Islami, Manna’ul Qaththan, hlm, 294, Maktabah Wahbah)
[2] . tahdzib al-kamal 11/74.
[3] – HR. Ahmad (3/no. 9169), Muslim (105) dan Imam al-Bukhari meriwayatkan dengan sanad yang berbeda dalam al-Iman (33).


[4] – HR. Ahmad (9/, no. 23734), al-Bukhari dalam Adab Mufrad no. 6190 dan al-Baihaqi (9/307).

KALAMULLAH



Hari ini bersamaan dengan 17 Ramadhan adalah hari Nuzul Al-Quran. Seperti yang telah dinyatakan sebelum ini bahawa Ramadhan itu dimuliakan dengan penurunan Al-Quran. Al-Quran adalah satu-satunya mukjizat yang masih kekal sehingga sekarang. Diturunkan kepada Baginda Rasulullah SAW. Al-Quran ini dipelihara oleh Allah sehinggalah hari kiamat. Tidak ada siapa yang dapat mereka atau mengubahnya.

Dalam pengisian oleh Ustaz Badli Shah di dalam cinta ilmu bertajuk ‘kalamullah’,beliau telah menyatakan cirri-ciri orang yang cinta Al-Quran.

Terdapat 6 syarat bagi orang yang dikatakan cinta akan Al-Quran:

1.   Memiliki Al-Quran
     Al-quran tersebut dibelinya sendiri, bukan dapat sebagai hadiah mahupun        ambil di musolla

2.  Tahu membaca Al-Quran
     Tidak mengapa jika merangkak sekalipun kerana terdapat juga pahala            baginya kerana usahanya untuk mempelajari Al-Quran

3.  Memahami pembacaan Al-Quran
     Memiliki Al-Quran beserta tafsirnya bagi mengetahui maksud ayat yang          dibaca

4.  Mengamalkan
     Melazimkan diri untuk istiqomah membaca Al-Quran seperti selepas solat        dan pada waktu-waktu yang lain

5.  Menghayati Al-Quran

6.  Memelihara Al-Quran

Sebuah kisah mengenai Said bin Musayyib/Musayyab yang amat cintakan mashaf.


Said bin Musayyib/Musayyab ini amat cintakan mashaf sehingga dia akan membawa bersamanya ke mana-mana sahaja dia pergi. Semua barang-barang beharga miliknya juga disimpankan di dalam mashafnya itu. Seorang pencuri yang telah lama memerhatikan Said bin Musayyib ini telah mengambil peluang mencuri mashaf tersebut ketika Said bin Musayyib ini sedang solat. Menyedari tindakan pencuri ini, Sain bin Musayyib mempercepatkan solatnya dan mengejar pencuri tersebut sehingga dapat. Pencuri tersebut memohon ampun dan belas kasihan supaya tidak dipukul tetapi jawab Said bin Musayyib ini “jangan risau.aku tidak mahu memukul kamu. Aku hanya ingin mengambil mashafku”. Lalu diambil semula mashafnya dan memberikan duit yang berada di dalam mashafnya itu kepada pencuri tersebut. Betapa cinta dan sayangnya Said bin Musayyib ini akan mashaf sehingga duitnya tidak dirasakan lebih beharga dan bernilai berbanding mashafnya.

#marilah kita semarakkan rasa cinta dan kasih akan Al-Quran dan banyakkanlah bertadarus pada bulan Ramadhan dan hari Nuzul Al-Quran ini. tidak ada alasan untuk tidak mempunyai masa untuk membaca Al-Quran. kalau tidak mampu banyak,sedikit pun memadai.jangan sampai ALlah benar-benar tidak memberi masa buat kita mentadabbur kitab sucinya. salam nuzul Al-Quran dari saya.=)

Wednesday, July 24, 2013

JANGAN MENUNGGU!

JANGAN MENUNGGU....

✔ Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

✔ Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu akan semakin kaya.

✔ Jangan menunggu orang peduli kamu baru kamu nak peduli, tapi pedulilah dengan orang lain juga! Maka kamu akan dipedulikan.

✔ Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi fahamilah orang itu, maka orang itu faham dengan kamu.

✔ Jangan menunggu rezeki baru bekerja, tapi bekerjalah, maka rezeki akan menunggumu.

✔ Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

✔ Jangan menunggu banyak wang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar wang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.

✔ Jangan menunggu berjaya baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka bertambah kejayaanmu.

✔ Jangan menunggu bersemangat baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti akan lebih bersemangat !

untukmu mujahidah sejati-nahwan nur

Mujahidah sejati
Intan permata mutiara mahkota
Seindah pelangi di cakerawala
Menghiasi taman indahnya permai

Mujahidah sejati
Engkaulah serikandi pembela agama
Peribadi solehah hiasan diri
Subur dengan iman dan ketaqwaan

Mujahidah sejati akhirat utama
Kerana dunia bukan pilihannya
Mujahidah sejati hatinya berbeza
Kerana diasuh iman dan taqwa

Mujahidah sejati
Berbekal al-quran dan as-sunnah
Bersulam pengorbanan 
Bisa menggegarkan isi dunia

Mujahidah sejati
Terus subur mekar mewangi
Seindah suria menerangi bumi
Harapan ummah yang abadi

Mujahidah sejati
Menyoroti langkah Khadijah
Aisyah Fatimah, menjadi muqarrabin
Bermujahadah, merebut cinta
Dan kasih Allah

Paras rupa bukannya ukuran
Nilainya sama di sisi Tuhan
Cuma ibadah yang membezakan
Wanita solehah di sisi Tuhan
Berhati-hatilah hasutan dunia
Kerana ia merbahaya
Jangan dibiarkan ia bertakhta 
Dalam iringan dosa-dosa

Monday, July 22, 2013

haid ketika Ramadhan


Haid/Nifas ketika Ramdhan bukanlah beerti kita tidak dapat membuat ibadah dan tidak akan memperolehi pahala yang banyak tetapi ianya menuntut kita untuk menjadi lebih kreatif dalam melakukan ibadah bersesuaian dengan keadaan kita.Allah itu kan Maha Adil.Pasti ada cara yang lain untuk kita mengumpul sebanyak mungkin pahala dan amalan walaupun tidak mampu melakukan yang wajib.Bahkan saya pernah mendengar kuliah dari seorang ustazah yang manyatakan bahawa isteri yang berada di dalam keadaan haid tinggal di rumah menjaga anak-anak dan menguruskan rumah dan redha dan ikhlas dengan keadaannya di dalam haid,pahala si suami yang pergi berterawikh itu juga si isteri dapat.Sama banyaknya.

jadi tak mau sedih-sedih,ikhlaskan hati,redha dengan haid anda.Itukan pemberiaan dari Allah?pasti ada kebaikannya.Ayuh perbanyakkan amalan dengan cara yang lebih kreatif.Haid dan nifas bukan alasan untuk tidak beribadat dan membuat amalan tetapi ianya perjuangan yang luar dari kebiasaan orang yang biasa.^_-

mencari idea baru

sedang mencari idea dan jalan cerita tambahan untuk cerpen ketiga selepas 'Lafaz yang Tersimpan dan Seindah Mahabbah'.

sesiapa yang mempunyai kisah-kisah atau pengalaman-pengalaman yang unik dan menarik boleh kongsikan dengan saya.insyaAllah jika tidak secara keseluruhan, sebahagian pun tak mengapa..boleh email kn pada saya di lolila_8@yahooo.com jika mahu lebih privasi.=)

sedang sibuk menghabiskan pembacaan buku The Magic of Thinking Big. banyak yang kita boleh pelajari dari buku ini. insyaAllah jika ada kesempatan nanti saya akan kongsikan sedikit ilmu yang ada di dalamnya.


Saturday, July 20, 2013

Hebahan Program:Daurah Pengajian Berkitab Ustaz Nuruddin


HIKMAH RAMADHAN-Ustaz Badli Shah


Dalam kuliah cinta ilmu oleh Ustaz Badli Shah, beliau telah menerangkan mengenai beberapa hikmah ramadhan. Hikmah ramadhan ada 3:

1.       As Siam (puasa itu sendiri)
2.       Al Qiam (terawikh dan solat sunat di waktu malam)
3.       Al Quran

Antara yang disampaikan ialah ramadhan ini terbahagi kepada 3 peringkat beserta perumpamaannya:
1.       10 Ramdhan yang awal (pusingan kelayakan)
2.       10 Ramadhan kedua (pusingan separuh akhir)
3.       10 Ramadhan terakhir (grand finale)

Perumpamaan tersebut diambil dari pertandingan bola sepak. Pada pusingan kelayakan semua pasukan layak untuk bertanding maka jika terdapat 30 pasukan maka 30 pasukanlah yang akan bertanding. Sebab itu 10 Ramadhan terawal surau dan masjid luar biasa ramainya.

Tetapi masuk kepada 10 ramadhan kedua, hanya akan tinggal 4 pasukan sahaja yang akan berentap di pusingan separuh akhir. Pada waktu ini surau dan masjid pun sudah mula kehilangan jemaahnya sedikit demi sedikit.

Masuk pula kepada 10 ramadhan terakhir, ketika ini hanya tinggal 2 pasukan sahaja yang benar-benar layak berentap sehingga ke penghabisannya. Begitu juga halnya di surau-surau dan masjid. Hanya yang benar-benar istiqamah sahaja yang akan kekal menghadiri terawikh sehinggalah malam hari raya.

Kerana itulah disebut ramadhan ini peringkat pertama adalah RAHMAT ALLAH, kedua MAGHFIRAH/pengampunan dari Allah dan yang ketiga PEMBEBASAN dari api neraka.

Bagaimana pula soal terawikh berjemaah dan solat sendirian? Hukumnya boleh tetapi amatlah RUGI!!

Terdapat solat sunat yang sangat dituntut untuk dilakukan secara berjemaah antaranya ialah solat sunat terawikh. Disampaikan oleh Ustaz Badli Shah mengenai kisah Ibnu Abbas r.a.

Pada suatu hari Ibnu Abbas tertidur selepas solat maghrib dan hanya tersedar pada waktu tengah malam. Oleh sebab Ibnu Abbas telah terlepas solat berjemaah untuk solat isya’ dan terawikh maka dia berusaha mencari sesiapa yang sama keadaan sepertinya untuk bersolat jemaah tetapi betapa hampa hatinya kerana semua orang sudah pun solat berjemaah bersama-sama Rasulullah tadi. Maka Ibnu Abbas pun melakukan solat isya’ sebanyak 27 kali bersamaan dengan 108 rakaat bagi mendapatkan kembali pahala yang sama bagi mereka yang berjemaah. Kemudian barulah dia bersolat terawikh dan qiam. Di dalam tidurnya dia bermimpi dia cuba mengejar sekelompok manusia tetapi tidak dapat bahkan semakin jauh dan jauh. Pada subuh harinya Ibnu Abbas menemui baginda Rasululah dan menceritakan mimpinya. Lalu baginda Rasulullah bertanya apa yang telah dilakukan olehnya pada malam tadi. Maka Ibnu Abbas menceritakan bahawa dia terlepas solat berjemaah dan melakukan solat sebanyak 27 kali untuk menebusnya. Baginda Rasulullah menjawab bahawa tidak akan pernah sama solat 27 kalinya itu dengan pahala mereka yang bersolat jemaah.

Betapa penting dan besarnya pahala solat berjemaah itu yang seharusnya kita ambil dan lakukan. Lebih-lebih lagi solat terawikh yang sangat dituntut untuk berjemaah.

Al-Quran

Seperti yang kita tahu Al-Quran diturunkan pada 24 Ramadhan. Ramadhan ini dimuliakan oleh turunnya Al-Quran. Kerana itulah Rasulullah SAW juga bertadarus apabila tibanya bulan Ramadhan dengan malaikat Jibrail walaupun baginda seorang hafiz. Imam Malik yang terkenal dengan kecintaannya kepada hadis sehinggakan ketika dia telah dipatuk ular dia meminta supya dibawakan kepadanya hadis untuk dibaca dan langsung tidak disedari akan apa yang sedang orang lakukan kepada kakinya kerana khusyuknya dia membaca hadis. Tetapi apabila datangnya bulan Ramadhan, Imam Malik menutup semua kelas pengajarannya semata-mata untuk fokus kepada membaca Al-Quran. Begitu juga Imam Syafie yang menangguhkan semua kelas pengajaran dan ceramahnya ketika bulan Ramadhan untuk memuliakan Al-Quran kerana barakahnya amatlah besar.


#maaf andai ada terkurang di dalam penyampaian semula oleh saya. Jika ada sebarang penambahbaikan boleh komen di ruang komen di bawah. Ayuh semarakkan bulan Ramadhan. Banyakkan bertadarus dan membuat amal jariah. Semoga kita semua tergolong dalam pasukan yang akan sampai sehingga ke GRAND FINALE. Aamiin. =)

Tuesday, July 16, 2013

SURAT DARI SEORANG IBU, UNTUK MENANTU LELAKINYA



Wahai menantuku,

Aku hanyalah seorang ibu yang berbicara atas nama diriku sendiri

Dengan melihat puteriku sebagai isterimu dan engkau sebagai menantuku.

Bila engkau membaca pesan ini

Semoga engkau melihat pula bayang wajah ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat dihadapanmu.

Wahai menantuku,

Bukankah engkau sudah berjanji akan menjadi imam dunia akhirat untuk puteriku.

Bukankah engkau juga telah bersumpah untuk membawanya hingga ke baka dan memberinya satu tiket ke syurga.

Wahai menantuku,

Bila ada KELEMAHAN dari isterimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga karana kekurangan darinya,

Bukankah menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang, begitu yang seharusnya.

Wahai menantuku,

diajarkan kepadamu oleh Nabi bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata isterinya basah walau hanya serupa titisan embun dini hari.

Bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa tenteram dan aman.

Maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya.

Wahai menantuku,

Engkau suami yang dipilih Tuhan untuk puteriku,

Bersabarlah terhadap isterimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya.

Bukankah engkau menikahinya atas nama Tuhanmu

Maka sayangi dan peliharalah isterimu dengan jalan Tuhan.

Wahai menantuku,

Sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan dan itu disebabkan mereka durhaka terhadap suaminya,

Maka selamatkanlah istrimu dari dosa yang lebih besar.

Bukankah nantipun engkau akan ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan menjaga jalan surga untuk bisa di lalui oleh yang harus kau bawa serta.

Wahai menantuku,

Engkau di izinkan menghukum isterimu sewajarnya

Namun janganlah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka.

Janganlah mengherdiknya dengan kata-kata kasar dan umpatan yang merendahkan

Seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia juga adalah pakaianmu.,

Cinta alat, cinta matlamat


Pasti ramai yang sudah pernah terdengar tajuk ini bukan? Ia adalah daripada satu ceramah daripada ustazah Fatimah syarha di IKIM.Fm. saya tidak akan mengulas secara keseluruhan ceramah tersebut kerana saya rasa UFS lebih bijak dan merdu suaranya untuk menyampaikan isi berbanding saya.

Di dalam ceramah tersebut ada satu soalan yang diajukan kepada UFS daripada seorang akhowat dari bumi Jordan. Dia bertanyakan mengenai bagaimana jika kita sukakan seseorang sehingga terbayang-bayang. Saya sangat suka dengan perumpamaan yang diberikan oleh UFS untuk situasi 
tersebut.

Katanya “cuba kita bayangkan jika kita sedang berpuasa. Tetapi kita asyik membayangkan makanan dan bermain-main dekat dengan makanan. Bagaimana? Jika kita main acah-acah hendak makan selalu lama-lama tak mustahil iman kita jadi lemah dan kita pun termakan bukan?”(lebih kurang macam tu la ayatnya. Saya tukarkan sedikit.^-^)

Jadi kesimpulannya adalah lebih baik jika kita tidak membayangkan dan berada dekat dengan sumber yang dapat melemahkan iman kita itu kerana bimbang kita tanpa sedar akan melakukan perkara yang tidak seharusnya kita lakukan. Jika sukakan seseorang maka pilihlah cara yang betul dan mengikut syariat. Jika tidak mampu maka Islam telahpun menganjurkan cara dengan berpuasa sunat bagi menahan keinginan nafsu kita.

Mari kita lihat peringkat-peringkat perlunya berkahwin

Ulama’ berbeza pendapat dalam hukum perkahwinan berdasarkan kepada keadaan iaitu samada wajib, haram, makruh, harus dan sunat. Sebahagian ulama’ membahagikan hukum kahwin ini kepada 5 bahagian mengikut keadaan dan maslahat.

1.Wajib
    Bagi orang yang yakin akan terlibat dengan zina jikalau tidak berkahwin dan dia merupakan seorang yang mampu dari segi zahir dan batin.
Dengan kata lain, menjaga kebersihan diri daripada melakukan zina adalah wajib dan jika kewajipan ini tidak dipenuhi kecuali setelah berkahwin, maka hukum perkahwinan itu adalah wajib.

2. Sunat
Bagi orang yang ingin berkahwin dan berkemampuan dari segi zahir dan batin tetapi dia masih lagi mampu menahan dirinya daripada melakukan zina dan maksiat.

3. Haram
Haram bagi mereka yang tidak dapat berlaku adil dan tidak mempunyai kemampuan zahir dan batin

4. Makruh
Bagi seseorang yang lemah tenaga batinnya ataupun kurang mampu memberi nafkah kepada isterinya, maka kahwin baginya adalah makruh.

5. Harus
Ini merupakan hukum asal perkahwinan. Tiada sebab yang mendorongnya untuk berkahwin ataupun halangan yang menghalang baginya berkahwin.

( Rujukan : Dr. Mustofa Al-Khin, Dr. Mustafa Al-Bugho dan Ali Asy-Syarbaji. 2005. Kitab Fikah Mazhab Syafie. Pustaka Salam Sdn. Bhd. Kuala Lumpur.)

Jadi lihatlah kita berada dalam golongan yang mana satu. Gunalah cara yang paling terhormat jika ingin melamar seseorang. Bukan dengan menguratnya atau mengacau keteguhan imannya kerana wanita ini memang mudah lemah dengan pujuk rayu lelaki. Teruskan kepada walinya ataupun gunalah orang tengah untuk menyampaikan hasrat hati jika mahu mengetahui pandangan wanita tersebut terlebih dahulu sebelum menemui walinya. Bagi yang masih belajar sertakan sekali perancangan kehidupanmu untuk urusan perkahwinan dan selepas berkahwin supaya lebih mantap hujahmu dan mantap hatinya untuk memilihmu. Ini tips yang dapat saya berikan. Semoga berjaya. =)


Monday, July 15, 2013

Kisah orang bersedekah




"Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki hamba itu ditentang Arasy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, nescaya Allah S.W.T. membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah S.W.T. menyedikitkan baginya." – [Riwayat ad-Daruquthni dari Anas r.a.]

(berdasarkan sebuah kisah benar)

Nur (bukan nama sebenar) pelajar di sebuah IPTA tempatan terpaksa mencari rumah sewa untuk sem akan datang kerana kemungkinan untuk mendapatkan kolej sangat tipis. Oleh kerana nur berasa sayang untuk meninggalkan program-program ilmiah di university serta di surau kolejnya maka nur membuat keputusan untuk mencari rumah sewa yang paling hampir dengan kolej dan universitinya walaupun harganya agak mahal. Bimbang jika dia tinggal agak jauh akan menyusahkan dia ataupun dia akan mula mencipta alasan untuk tidak hadir majlis-majlis ilmu yang diadakan memandangkan dia tidak mempunyai kenderaan sendiri.

Rm484 (2+1) sewa serta deposit untuk rumah sewa.

”hemm.agak mahal.mana nak cari duit ni,”monologku sendiri.

Lalu aku segera melihat buku bank ku untuk melihat baki duit biasiswaku pada semester ini. 

“Alhamdulillah”masih ada baki Rm1000. Lalu aku segera menghubungi orang tersebut dan menguruskan semua urusan rumah sewa. Oleh kerana sahabat baikku tidak mempunyai wang ketika itu maka aku dengan senang hati memberi pinjam kepadanya. “simpanan masa hadapan supaya aku tidak menggunakan pada perkara lain,”senyumku sendri. Jika kita mahu urusan kita dipermudahkan oleh Allah maka terlebih dahulu kitalah yang perlu memudahkan urusan orang lain. Itu prinsip yang ku pegang selama ini.
Oleh kerana kami sudah di minggu peperiksaan akhir dan bakal habis pada minggu hadapan maka aku dan sahabatku membuat keputusan untuk pergi ke pasar malam di luar kampus. Lagipun kami masih belum pernah pergi walau sekali ke pasar malam pada sem ini disebabkan tugasan dan program yang banyak. Di pasar malam aku melihat duit yang berada di dalam dompetku. Terdapat hanya Rm40 ++“hemm.tak banyak dah ni.kena berjimat untuk sampai minggu hadapan ni. Semoga Allah permudahkan.”

Ku lihat ramai yang meminta sedekah di sana. Teringatku kepada kata-kata dari seorang ustaz, “pasar malam itulah lubuk untuk kita membuat sedekah. Jangan berkira-kira untuk bersedekah kerana bukan selalu kita mendapat peluang seperti itu. Jika ada yang datang meminta sedekah maka katakanlah bahawa Allah sedang memberi peluang kepada kita untuk bersedekah bukan memarahi atau menghinanya.”

Semangat aku untuk bersedekah berkobar-kobar apalagi mengetahui bahawa sedekah itu tidak akan mengurangkan rezeki kita bahkan Allah akan memberi rezeki yang berlipat ganda kepada kita nanti. Segera ku asingkan semua duit kertas RM1 yang agak banyak ke bahagian luar poket beg ku. Setiap duit lebih Rm1 yang ku dapat selepas membeli ku masukkan ke dalam poket itu dan setiap kali ku lalu pada mereka yang memerlukan ku hulurkan sama banyak di antara mereka tanpa mengira berapa banyak yang telah ku berikan. Sudah menjadi tabiatku untuk memberi sambil lalu tanpa melihat dan berlengah-lengah kerana aku lebih suka jika tidak ada yang melihat dan menyedarinya. Bimbang sifat bangga dan takbur menyelimuti hati.

Aku sebenarnya tidak bersetuju dengan kata-kata orang yang tidak mahu memberi sedekah kerana mengatakan bahawa mereka ini penipu bahkan ada antara mereka yang kaya raya dengan hanya meminta sedekah. Mungkin benar kata mereka itu tetapi apalah yang kita harus risaukan? Cemburukah kita dengan kekayaan mereka itu? Sedangkan Allah sedang mengkayakan kita dengan pahala melalui sedekah-sedekah yang ikhlas kita berikan. Bukankah itu lebih mulia? Biarlah mereka dengan urusan mereka dengan Allah,kita pula urusan kita dengan Allah. Soal tipu atau jujur bukan kita yang menghakimi. Yang paling utama niat kita ketika memberi. Ketika kita memberi kepada mereka yang cacat maka kita niatkan bahawa kita mahu membantu mereka yang kekurangan sedangkan aku telah Allah ciptakan dengan kesempurnaan fizikal. Bukankah itu lebih beharga? Ketika memberi kepada ibu dan anak yang tiada cacat cela fizikalnya maka bantulah dengan niat ini rezeki anak-anaknya. Anak-anak kecil masih belum mengerti dan insyaa-Allah dengan pemberian kita yang sedikit itu dapat mengembirakan hati mereka. Bukankah Rasulullah juga amat suka mengembirakan hati kanak-kanak.

Aku balik ke asrama dengan hati yang puas dan gembira. Sudah lama tidak mendapat peluang untuk memberi sedekah seperti itu. Ketika masih di pengajian diploma dahulu setiap minggu aku akan ke pasar malam jadi dapat memberi selalu dan Alhamdulillah selama pengajianku di sana aku sentiasa cukup duit dan tidak mengalami masalah sehingga perlu meminjam. Aku sangat yakin itu adalah kerana amalan bersedekah. Janji Allah itu kan sesuatu yang pasti.

Beberapa hari selepas itu aku mendapat berita yang aku perlu menambah lagi wang bagi urusan kontrak rumah sewa. Rm30 untuk kontrak dan Rm20 untuk utilities. Allah,Allah, Allah. Duit aku tidak cukup ni. Ada baki 6 hari lagi untuk tinggal di sini. Duit dalam bank pun ada Rm20 seingatku. Tolak duit yang ada pada tanganku aku hanya akan tinggal Rm20 sahaja untuk survive selepas pembayaran. Aku tenangkan diri dan berdoa semoga Allah permudahkan. Laju sahaja otakku mempunyai perancangan untuk berjimat. Kurangkan makan dan kurangkan belanja. insyaaAllah boleh. Yakinku dalam hati.

Ku halakan langkahku ke atm bank islam untuk mengeluarkan duit yang berbaki Rm20. Dalam perjalanan aku teringat akan” Surah Al Baqarah-Ayat 245

“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

Dalam hatiku berkata-kata. Mungkinkah akan bertambah duitku di dalam bank dengan tiba-tba. Aku tersenyum memikirkan bahawa aku sudah terlebih berangan-angan. Tetapi alangkah terkejutnya aku apabila melihat baki akaunku bukan Rm20 tetapi Rm1200. Subhanallah! Apa yang aku fikirkan benar-benar terjadi tetapi aku tidak cepat mengambil duit itu sebagai duitku. Bimbang jika duit itu bukan milikku. Memastikan yang halal itu lebih utama. Segera ku hubungi ibu di kampung untuk menanyakan jika ada memasukkan duit kepada ku tetapi tiada katanya. Bila difikirkan semula ibuku manalah mempunyai duit sebanyak itu untuk diberikan kepadaku. Kami bukan dari keluarga yang senang. Aku mula berfikir-fikir untuk bertanyakan kepada abangku. Mungkinkah dia ingin membayar duit yang ibuku ambil dari duit biasiswaku untuk kenduri kahwinnya hari tu. Tetapi aku segera teringat akan dermasiswa negeriku yang ku mohon tempoh hari. Tak mungkin juga rasanya kerana sahabat-sahabatku pernah mengatakan bahawa prosesnya lama dan mengambil tempoh hampir satu tahun baru dapat.

Aku segera meminta sahabat ku yang turut sama memohon dahulu untuk memeriksa bakinya dan ternyata benar pemohonan kami telah berjaya dan ini adalah rezeki yang Allah berikan kepada kami. Alhamdulillah. Aku berasa sangat takjub dan bersyukur dengan rezeki yang Allah berikan. Ibuku mengatakan bahawa itu rezeki bulan Ramadhan buatku. Alhamdulillah. Ternyata apa yang ku yakini salami ini benar dan benar-benar terjadi kepadaku. Aku berharap kisah ini dapat memberi semangat dan motivasi kepada semua orang untuk memperbanyakkan sedekah kerana sesungguhnya Allah akan meluaskan rezeki kita bukan menyempitkan. Yang penting kita ikhlas dan yakin pada janji Allah.

p/s: inilah kisah yang dapat ana kongsikan dengan antum semua dari seorang sahabat. Semoga ia dapat memberi pengajaran dan pembakar semangat buat ana sendiri dan antum semua. ;)

maaf kerana sudah jarang update artikel di blog ini kerana sibuk dengan tugasan dan peperiksaan. Saya juga lebih banyak membaca buku dan mendengar ceramah berbanding membaca artikel. Insyaa-Allah jika ada kelapangan akan saya cuba sampaikan apa yang telah saya baca dan dengar secara bertulis di blog tetapi tidak dapat jamin kerana saya tidak begitu pandai dalam membuat ulasan.


Selamat menyambut ramadhan yang mulia. Perbanyakkan ibadat dan mujahadah. Semoga limpahan rezeki dan keberkatan serta perlindungan Allah itu sentiasa bersama semua pembaca blog ini. Aamiin ya rabb. =)

Friday, July 12, 2013

i love my sister ^-^



she's special and she's my sister!my only sister..=)
she's under my responsibility since i'm her only sister and i'm the one who wants to take care of her for the lifetime so for those who wish to accept me,you must also accept her..now and forever..

#Allah lebih mengetahui apa yang terbaik buat hamba Nya.=)

sesiapa yang ingin berkongsi maklumat dan pengalaman dengan saya mengenai autism boleh la komen ye..sy nak sangat tahu bagaimana nak berhadapan dengan golongan istimewa ini dengan lebih dekat lebih2 lagi bagi yang bersifat agak agresif..terima kasih jazakumullahu khair..=)

Friday, July 5, 2013

mari hulurkan bantuan kepada mereka di Palestin untuk ramadhan kali ini


blog koleksi cerama-ceramah agama

bagi yang ingin mendapatkan cerama-ceramah agama daripada ramai ulama-ulama,ustaz-ustaz dan sewaktu dengannya bolehlah untuk menjenguk ke blog ini

http://izuman18.blogspot.com/

semoga bermanfaat..=)

amanat terakhir Dr.Morsi


Sesungguhnya,

Aku melalui jalan-jalan yang sukar sangat,
Bukanlah aku mahukan jawatan sebesar ini,
Bukanlah aku dambakan kedudukan teratas sebuah negera,

Bukanlah impianku untuk menjadi orang pertama harapan rakyat,
Keberadaaanku adalah kerana Allah mahukan agama ini dijaga,
Kerana agama ini sahajalah penyelamat segala,

Kerana kebenaran ini sahaja yang membuka mata,
Menyedarkan hati-hati yang kebutaaan agama,

Islam ini bukanlah semata-mata luaran pakaian sahaja,
Islam ini bukanlah pada percakapan dan manis tutur kata sahaja,
Islam ini perlu bergerak seiring dengan iman,

Iman yang membuktikan segala kepatuhan agama,
Kerana dalam setiap apa pun,

Sama ada hati, percakapan, ataupun perbuatan, itulah islam bagiku,
Kaffah menyeluruh,

Kita bukan islam biasa-biasa. 

Maka itu yang aku mahukan ianya berlaku dalam negara kita,
Segala macam korupsi yang ada,
Apakah dianjurkan islam?
Dengan segala hak rakyat menjadi hak milik orang-orang besar,
Adakah itu yang islam harapkan? Orang-orang miskin di tepi jalan, 
semakin ramai yang menganggur, jenayah dan maksiat, berpeleseran seperti syaitan,

Apakah itu yang islam anjurkan?
Itulah yang mahu aku baiki,
Untuk semua rakyat di negara ini,
Kita ada agama yang memimpin hidup kita,
Kita ada Tuhan yang akan menilai tingkah laku kita,
Ingat hari kiamat akan muncul, dan semuanya akan dipertontonkan semula. 

Aku memohon ampun atas kelewatanku,
Untuk mengurus negeri ini,
Aku mengetahui batasan aku,
Aku mengakui ketidakmampuanku pada sesuatu perkara,

Namun,
ku mengharapkan,
kamu membantu aku,
Bersama-sama kita bangunkan negeri ini,


Jika tidak ada sokongan kamu,
Aku tidak akan berada di sini,
Ku hanya memohonkan sabarmu,
Ku hanya memohonkan komitmenmu,
Ku hanya memohonkan bantuanmu,
Bantulah aku untuk kita bina negara ini bersama,
Kerana ianya bukan hak mutlak diriku,
Dia adalah milik kita bersama,

Tetapi keadaannya tidak demikian,
Kau malah menuduh aku bermacam-macam,
Sikapmu yang tidak sabar,
Ianya hanya merugikan kita. 

Maka, aku hanya mengharapkan Allah yang satu,
Untuk membantu perjuanganku ini,

Kerana Dia bersikap tidak pernah meninggalkan hambaNya,
Maka aku hanya berpegang dengan taliNya,

Allahumma, bantulah aku Ya Allah, kerana aku membawa agamaMu,
Allahumma, sentiasalah bersama-samaku Allah,
untuk memimpin negara ini,

Allahumma, kerana cukup kekuatanMu ya Allah,
maka aku merasa Kau mencukupi untukku. Bismillahi tawakkaltu 'ala Allah,

la haula wa la quwwata illa billah!


#masih dalam keadaan terkejut menerima berita yang amat menyedihkan bagi umat Islam ini.Allahuakbar.Sesungguhnya makin dekatlah hari kiamat itu apabila pemimpin daripada kalangan kita sendiri yang mengamalkan Islam ditolak dan dijatuhkan di hadapan mata kita.;(

MAULID BULANAN MTDM