Friday, June 1, 2012

hukum nikah tanpa wali



Pesan ummi: "Haura' sayang Abi, kan?. Nanti bila Haura' dah nak kahwin, Haura' muliakanlah Abi sebagai wali. Sekarang, Haura' kena solehahkan diri dulu."

Pendapat Ulama              
Jumhur ulama mengatakannya tidak sah. Hanya pendapat Imam Abu Hanifah yang mengatakannya sah. Apabila dibandingkan dengan kaedah Fiqh Perbandingan, hujah jumhur ulama didapati lebih kuat.

Pendapat Terpilih
Dengan itu, pernikahan tanpa izin wali adalah batil dan pasangan haruslah dipisahkan oleh hakim kecuali atas sebab-sebab tertentu. Setelah itu, jika pasangan ingin memperbaharui akad nikah maka diwajibkan bagi calon wanitanya menghadirkan walinya yang berhak untuk menikahkannya dan jika dirinya tidak memiliki wali maka mintalah kepada hakim untuk menikahkannya.

Dalil
Sabda Rasulullah SAW, “Tidak sah nikah tanpa wali.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).
Jika seseorang wanita tidak memiliki wali maka yang berhak menikahkannya adalah hakim (penguasa) bukan selainnya sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Hakim adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali.” (HR Imam yang lima dan al-Nasai)
Sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada pernikahan kecuali dengan seorang wali, dua orang saksi yang adil. Suatu pernikahan yang selain itu (tidak adanya mereka) maka nikahnya batil. Apabila terjadi perselisihan di antara mereka maka penguasa adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali.” (HR Ibnu Hibban).

Urutan Wali
Urutan wali dalam pernikahan sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah adalah[1]:
  1. Ayah kandung
  2. Datuk sebelah ayah
  3. Anak lelaki (jika sudah ada anak)
  4. Cucu lelaki daripada anak lelaki (jika sudah ada cucu)
  5. Saudara lelaki kandung (abang kandung)
  6. Saudara lelaki sebapa (abang tiri sebapa)
  7. Anak-anak saudara lelaki daripada saudara lelaki (anak kepada abang)
  8. Bapa saudara sebelah bapa
  9. Anak-anak lelaki kepada bapa saudaranya sebelah bapa (sepupu)
http://sebarkanbahagia.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment